Hidup manusia sejatinya adalah perjalanan singkat yang penuh dengan kesempatan untuk menanam kebaikan. Salah satu amalan yang paling mudah dilakukan namun memiliki balasan yang sangat besar adalah sedekah. Memberi sebagian dari rezeki yang Allah titipkan bukan hanya akan membawa manfaat bagi orang lain, tetapi juga mendatangkan keberkahan dan ketenangan bagi diri sendiri. Namun, ada satu hal yang sering kali dilakukan manusia, yaitu menunda sedekah dengan alasan menunggu waktu yang tepat, menunggu rezeki lebih banyak, atau menunggu keadaan yang benar-benar lapang. Padahal, menunda sedekah adalah sikap yang berbahaya karena waktu tidak pernah bisa dipastikan dan kesempatan berbuat baik tidak selalu datang dua kali.

Allah ﷻ dalam Al-Qur’an memberikan peringatan agar manusia tidak menunda amal kebajikan. Firman-Nya dalam surat Al-Munafiqun ayat 10 sangat jelas: “Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata: Ya Tuhanku, sekiranya Engkau menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, niscaya aku akan bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” Ayat ini menegaskan bahwa kelak manusia yang lalai bersedekah akan menyesal ketika ajal menjemput, karena ia baru menyadari bahwa sedekah adalah amalan yang sangat besar nilainya.
Rasulullah ﷺ pun memperingatkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Bersegeralah bersedekah, karena sesungguhnya akan datang suatu masa di mana seseorang berjalan dengan membawa sedekahnya lalu ia tidak menemukan orang yang mau menerimanya.” Hadits ini memberikan isyarat bahwa kesempatan bersedekah tidak selalu tersedia. Bisa jadi hari ini masih ada fakir miskin, anak yatim, atau orang yang membutuhkan bantuan, namun esok belum tentu kita menemukan mereka atau belum tentu kita memiliki harta yang bisa dibagikan.
Selain itu, menunda sedekah berarti menunda datangnya keberkahan dalam hidup. Sedekah tidak pernah mengurangi harta, bahkan sebaliknya menjadi sebab bertambahnya rezeki. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits riwayat Muslim, “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” Maknanya, harta yang dikeluarkan untuk sedekah akan kembali dalam bentuk lain, bisa berupa rezeki yang lebih luas, kesehatan yang terjaga, hati yang tenang, atau keluarga yang penuh keberkahan. Dengan demikian, semakin cepat seseorang bersedekah, semakin cepat pula ia merasakan buah manis dari kebaikan yang ditanamnya.
Lebih jauh, sedekah yang dilakukan segera menunjukkan ketulusan dan keikhlasan hati. Orang yang menunda sedekah biasanya terjebak pada perhitungan logika manusia, seakan takut hartanya berkurang. Padahal, hakikat rezeki sejatinya adalah titipan dari Allah. Dengan menyegerakan sedekah, seorang hamba sedang menunjukkan kepercayaannya kepada janji Allah bahwa setiap kebaikan akan dibalas berlipat ganda. Menunda sedekah justru menunjukkan kelemahan iman, karena masih ragu bahwa Allah akan mengganti apa yang dikeluarkan dengan sesuatu yang lebih baik.
Ujian terbesar manusia dalam hal sedekah bukanlah kekurangan harta, tetapi keengganan hati. Ada orang yang memiliki harta melimpah namun enggan berbagi, karena merasa waktunya belum tepat. Ada juga yang sudah berniat bersedekah, tetapi menundanya dengan alasan menunggu esok. Padahal, esok belum tentu datang. Kematian bisa menghampiri kapan saja, dan jika itu terjadi sebelum seseorang menunaikan niatnya, maka ia akan menyesal karena kehilangan kesempatan untuk meraih pahala yang besar.
Hikmah lain dari tidak menunda sedekah adalah menjaga hubungan sosial. Orang yang segera menyalurkan sedekahnya akan lebih cepat meringankan beban saudaranya yang kesulitan. Bantuan yang diberikan tepat waktu bisa menyelamatkan orang lain dari kelaparan, dari sakit, atau dari kesedihan mendalam. Sedekah yang ditunda justru bisa kehilangan makna karena datang terlambat. Oleh karena itu, segera memberi adalah wujud kepedulian yang nyata, sekaligus bukti bahwa hati tidak menunda untuk berbuat baik.
Selain bermanfaat di dunia, sedekah yang disegerakan juga menjadi penolong di akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits riwayat Ahmad, “Naungan seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” Hadits ini menegaskan bahwa sedekah akan menjadi pelindung di hari ketika tidak ada naungan selain naungan Allah. Jika kita menunda sedekah, berarti kita menunda pula hadirnya penolong di hari yang paling sulit dalam kehidupan manusia.
Pada akhirnya, setiap detik dalam hidup adalah kesempatan emas untuk berbuat kebaikan. Jangan pernah menunggu kaya untuk bersedekah, karena sekecil apa pun pemberian akan sangat bernilai di sisi Allah jika dilakukan dengan ikhlas. Jangan pula menunggu waktu lapang, karena sedekah yang paling utama justru adalah sedekah yang dilakukan saat diri dalam keadaan sulit.
Maka, jangan pernah menunda sedekah. Segera keluarkan sebagian rezeki yang Allah titipkan, agar hidup kita lebih berkah, hati lebih tenang, dan akhirat lebih terjamin. Sebab, waktu terus berjalan dan kematian tidak pernah menunggu. Sedekah yang kita lakukan hari ini bisa jadi menjadi penyelamat di dunia maupun di akhirat kelak.